Akhlak murid kepada Guru
Belajar berbagi melalui google, karena untuk mengimbangi zaman modern ini. Semoga bermanfaat untuk kita semua.
Ngaji, Sambil Ngopi.
SEBERAPA BESAR DAN TINGGI KAU BERAKHLAQ & BERADAB KEPADA GURUMU,MAKA SEBANYAK ITU KAU AKAN MENDAPATKAN KEFUTUHAN,KEBERKAHAN DAN KEMANFAATAN ILMU.

BAGAIMANA ENGKAU MEMANDANG GURUMU?

Al Imam Ali bin Hasan al Aththas mngatakan :
ﺍﻥ ﺍﻟﻤﺤﺼﻮﻝ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻭﺍﻟﻔﺘﺢ ﻭﺍﻟﻨﻮﺭ ﺍﻋﻨﻲ ﺍﻟﻜﺸﻒ ﻟﻠﺤﺠﺐ، ﻋﻠﻰ ﻗﺪﺭ ﺍﻻﺩﺏ ﻣﻊ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﻭﻋﻠﻰ ﻗﺪﺭ ﻣﺎ ﻳﻜﻮﻥ ﻛﺒﺮ ﻣﻘﺪﺍﺭﻩ ﻋﻨﺪﻙ ﻳﻜﻮﻥ ﻟﻚ ﺫﺍﻟﻚ ﺍﻟﻤﻘﺪﺍﺭ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﺷﻚ.
Memperoleh ilmu, futuh dan cahaya (maksudnya terbukanya hijab2 batinnya), adalah sesuai kadar adabmu bersama gurumu. Kadar besarnya gurumu di hatimu, maka demikian pula kadar besarnya dirimu di sisi Allah tanpa ragu.

(Al-Manhaj Al-Sawiy halaman: 217).

Imam Nawawi ketika hendak belajar kepada gurunya, beliau selalu bersedekah di perjalanan dan berdoa, "

Ya Allah, tutuplah dariku kekurangan guruku, hingga mataku tidak melihat kekurangannya dan tidak seorangpun yg menyampaikan kekurangan guruku kepadaku ".

(Lawaqih al Anwaar al Qudsiyyah halaman :155).

Terkadang kita justru sering membicarakan dan mencari-cari kesalahan dan kekurangan guru kita,lalu bagaimana mungkin Allah akan memberikan Futuh dan kemanfaatan serta keberkahan ilmu kepada kita?

Beliau(Al-Imama NAWAWI pernah mengatakan dalam kitab At Tahdzibnya :
ﻋﻘﻮﻕ ﺍﻟﻮﺍﻟﺪﻳﻦ ﺗﻤﺤﻮﻩ ﺍﻟﺘﻮﺑﺔ ﻭﻋﻘﻮﻕ ﺍﻻﺳﺘﺎﺫﻳﻦ ﻻ ﻳﻤﺤﻮﻩ ﺷﻲﺀ ﺍﻟﺒﺘﺔ.
Durhaka kepada orang tua dosanya bisa dihapus oleh taubat,tapi durhaka kepada ustadzmu tidak ada satupun yg dapat menghapusnya ".

Al-imam Al-Habib Abdullah Bin Alwy Al-Haddad mengatakan:

Paling bahayanya bagi seorang murid,adalah berubahnya hati gurunya kepadanya(murka dan tidak ridlonya seorang guru pada murid).

Seandainya seluruh wali dari timur dan barat ingin memperbaiki keadaan si murid itu,niscaya tidak akan mampu kecuali gurunya telah ridha kembali ".

(Adaab Suluk al Murid halaman:54).

Seorang murid sedang menyapu madrasah gurunya, tiba-tibaNabi Khidir mendatanginya. Murid itu tidak sedikitpun menoleh dan mengajak bicara nabi Khidhir,Maka nabi Khidhir berkata: Tidakkah kau mengenalku ? Murid itu menjawab, " ya aku mengenalmu, engkau adalah Abul Abbas al Khidhir ".

Nabi Khidhir: kenapa kamu tidak meminta sesuatu dariku ?".
Murid itu menjawab, " Guruku sudah cukup bagiku, tidak tersisa satupun hajat kepadamu ". (Kalam al Habib Idrus al Habsyi : 78).

Al Habib Abdullah al Haddad berkata, "

Tidak sepatutnya bagi penuntut ilmu mengatakan pada gurunya, " perintahkan aku ini, berikan aku ini !", karena itu sama saja menuntut untuk dirinya. Tapi sebaiknya dia seperti mayat di hadapan orang yg memandikannya.

(Ghoyah al Qashd wa al Murad : 2/177).

Para ulama ahli hikmah mengatakan, " Barangsiapa yang mengatakan " kenapa ?" Kepada gurunya, maka dia tidak akan bahagia selamanya.

(Al Fataawa al Hadiitsiyyah : 56).

Para ulama hakikat mengatakan, " 70% ilmu itu diperoleh sebab kuatnya hubungan ( batin,adab dan baik sangka )antara murid dengan gurunya ".

Jadi kesimpulannya adalah, sangat penting bagi kita untuk berakhlak baik kepada sang guru.
Semoga kita semua termasuk murid yang baik dan mendapat berkah dari guru kita.

اللهم آمين.
Group WhatsApp "Ngaji Sambil Ngopi".
#FPKK_DUKEM.
0 Komentar untuk "Murid beradab atau berakhlak baik pada gurunya, apakah penting ?"

Assalamualaikum. Terimakasih atas kunjungannya, semoga bermanfaat dunia akhirat, dan mohon maaf atas semua kekurangan. Kami menerima kritik, saran, dan pengetahuan yang anda miliki. Apabila anda mempunyai pengetahuan yang berdasarkan referensi yang akurat, silahkan bagikan melalui komentar, dan insya allah akan kami terima ( Publikasikan ).
Wassalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh